Pages

WELCOME TO BLOG EVENSION

Selamat Datang di Blog sebelas Ipa Satu (2P1)

2P1-7Gen Or Evension 7 Class

Foto Bersama dengan Wali Kelas

Pesta Blog

Pesta Blog SMAN 1 ULTRA. 17 November- 15 Desember 2012

Evension 7

Eleven Science One 7th Generation SMAN 1 ULTRA

F4 Evension

F4. BoyBand Keren dari Kelas XI IA 1

Evension Profil

Kelas XI IA 1 atau yang lebih kerennya Evension. Kelas ini di dalamnya berisi 30 Sisiwa yang Laki-laki nya berjumlah 14 dan Perempuan 16.
Kalau disebutin kelas XI IA 1, pasti banyak guru yang kenal sama kelas ini. Bukan hanya sebatas di kalangan guru aja kelas  ini terkenal tapi sampai di kelas-kelas lain. Bukan main luar biasanya, kan???


"Kenapa ya bisa terkenal?" Pasti pertanyaan itu pasti akan muncul di benak anda, bukan? Jawabannya sangat mudah sekali yaitu karena kelas XI IA 1 memiliki banyak kelebihan. Ya, kelas yang satu ini memang memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan kelas yang lain. Kelebihannya antara lain, karena kenakalannya, tukang ributnya, dari yang baik sampai yang cukup mengerikan. Kelewatan ributnya kelas pernah di bilang sebagai kelas Ips.

Meskipun agak bandel, murid kelas XI IA 1 sangat menjaga kebersihan kelas. Selain itu, rata-rata murid-murid kelas XI IA 1 pintar-pintar, loh. heheh... :D
Nah, di bawah ini adalah nama-nama  siswa kelas XI IA 1.

1
Ade Maulana Adha
2
Ahmad Heru Saputra
3
Aldina Ramadhani
4
Alvian Frandika Rowi
5
Badri
6
Deva Tri Oktariyana
7
Eko Sulistiawan 
8
Endah Tri Aprian
9
Fitrah Kusuma
10
Hidayati fadilah
11
Henny Febriyanti
12
Inda Sawitri
13
Iyang Shensi Niarty 
14
Muhammad Arsyadilah
15
M.Raka Maulana Alan 
16
M.Reza Firdaus
17
Muhammad Iqbal
18
M. Hanggara Putra
19
Melza Insyana Marseli
20
Marcelly Anggreini
21
Monica
22
Nopita Ria Mayasari
23
Novita Sari
24
Reza Dwi Yuliansari
25
Ria Resti Fauzi
26
Samapta Probowisnu
27
Sarah Siti Nurachmaniah
28
Sitta Ramadhon
29
Viky Vandemy
3o


Created by : M. Raka Maulana Alan

Profil SMAN 1 Indralaya Utara


SMAN 1 INDRALAYA UTARA  yang mulai berdiri pada tahun 2005 ada 8 kelas. Kelas X ada 4 kelas XI ada 2 kelas XII ada 2. Yang sebelumnya  ngontrak  di citra selama satu semester. Sekolah yang di pimpin oleh Dra.DARMAWATI,M.M.  Selaku  kepala  sekolah  memprioritaskan unggul  dalam kesehatan menguasai IPTEK, kecakapan, kreatifitas, kemandirian, luhur dalam berbudi pekerti taqwa dalam beragama, rasional dalam bersikap yang amanah dalam melestarikan lingkungan hidup. ’’mewujudkan warga SMAN1 menjadi ULTRA UNGGUL,LUHUR,TAQWA,RASIONAL DAN AMANAH’’ jumlah seluruh siswa ada 241 0rang.
Dengan tenaga pengajar S2/S3  3 orang laki-laki, S2 3 orang perempuan. S1 6 org laki-laki 12 orang perempuan.
Lulusan SMAN ULTRA  sebagian besar masuk ke perguruan tinggi  IAIN, UGM,  2 orang mendapat beasiswa ke ITB  bandung.

https://twitter.com/dhilah_IF


Tahun  2011 SMAN 1 ULTRA menerima siswa dengan nilai 65 yang bisa di terima, untuk tahun depan 2012 71 yang bisa di terima di SMAN 1 INDRALAYA UTARA. Pada tahun 2011 siswa yang masuk ke perguruan tinggi 95%, PTN 67%, sisanya  swasta.
Sejak ada program sekolah gratis sekolah  tidak mempunyai dana lagi dari komite sekolah untuk biaya keperluan sekolah, bayar listrik, bayar honor guru honor.dll.dana itu sejak bulan april saampai sekarang belum di cairkan pihak sekolah hanya bingung kapan dananya akan turun, kami tdak bias berbuat apa2 Cuma menunggu kapan akan  di cairkan kata waka sek.biasanya sebelumnya selalu ada dana setiap bulan.harapan sekolah harusnya dana itu sudah cair tiap tri wulan, kami senang dengan adanya program sekolah gratis tapi yang menjadi massalah untuk sekolah , tidak ada dana buat membayar honor guru honor, dengan ada dana yang macet p[ara guru honor menjadi korban mereka tidak menerima gaji selama 7 bulan.dengan sabar mereeka tetep bekerja walaupun belum tau kapan akan menerima gaji dari hasil kerja mereka . mereka hanya berharap akan segera menerima gaji.
 .misi  guru untu k memberikan pembinaan serta bimbingan yang intensif agar siswa menjadi sehat menguasai iftek , cakap, kreatif dan mandiri, menumbuhkan penghayatan terhadap nilai norma budaya bangsa, mengamalkan ajaran agama,dan berakhlak mulia,mendidik, dan melatih siswa untuk berpikir rasional,dan mengintensifkan kegiatan yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
Bagi para siswa yang berasal dari luar daerah seperti  lampung, oki, sugiwaras, gelumbang  di prioritaskan tinggal di asrama yang  berada di lingkungan sekolah yang tidak jauh dari ruang kelas . untuk biaya asrama para siswa hanya mebantu biaya listrik dan air, sebesar 150 / bulan.asrama yan g terdiri dari 6 asrama pu tra dan 6 asrama putrid, dengan jumlah siswa 59 putri dan 30 putri.
 Tahun 2009- 2010 lulusan SMAN1 100% dengan nilai rata2 47,72 % siswa yang masuk PTN 46,87%.

PRESTASSI YANG DI CAPAI SEKOLAH
JUARA 1 OLIMPIADE SAINS BIOLOGI TINGKAT dindiknas 2006
JUARA 2 OLIMPIADE SAINS FISIKA DINDIKNAS TGKAT KAB 2006
JUARA 2 OLIMPIADE SAINS KIMIA DINDIKNAS  TGKT KAB 2006
JUARA 2 LOMBA PIDATO B. INGGRIS DINDIKNAS TGKT KAB 2006
JUARA 1 SISWA BERPRESTASI DINDIKNAS TGKT KAB 2007
JUARA 1 OLIMPIADE SAINS KOMPUTER  DINAS PENDIDIKAN TGKAT KAB 2008
JUARA 1 LOMBA 3K DINAS PENDIDIKAN TGKT KAB 2008
JUARA 1 LOMBA PENCAK SILAT TGKT PROPINSI 2008
JUARA 2 LOMBA LTBB TGKT KAB  2009
JUARA 2 PMR TGKT KAB 2009
PASKIBRAKA TGKT PROVINSI 2010
dan masih banyak lagi
itulah sekilas profil SMA Negeri 1 Indralaya Utara



 created by : Hidayati Fadhilah

Asal Usul Bukit Siguntang



Bukit Siguntang

Cerita Rakyat Asal Usul Terjadinya Bukit Si Guntang ~ Gunung Merapi di Sumatera Barat, Bukit si Guntang di Jambi, dan Bukit si Guntang-guntang di Palembang, ketiganya mempunyai sejarah asal-usul yang sama. Pada zaman dahulu tersebutlah sebuah kerajaan yang bernama Selado Sumai. Negeri itu diperintah oleh seorang raja yang arif lagi bijaksana. Raja Negeri itu ada mempunyai sebuah pedang pusaka yang diturunkan secara turun-temurun, tapi sayang senjata tersebut tiba-tiba hilang tanpa diketahui ke mana perginya. Kalau di curi orang siapa yang mencurinya. Ke daerah mana dilarikan. Periswtiwa ini sangat mengharubirukan sang raja.

Pedang pusaka yang keramat serta bertuah itu bernama Pedang Surik meriang sakti sumbing sembilan puluh sembilan. Raja telah bertekad agar pusaka yang hilang itu harus ditemukan segera. Maka untuk menemukan kembali pedang pusaka itu, dipanggilah seorang hulubalang kerajaan yang amat terkenal bernama Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan. Disebut Datuk Baju Merah, karena setiap kali turut berperang bajunya selalu merah oleh darah. Dan disebut berbulu Kerongkongan, karena ketika dilahirkan kerongkongannya ditumbuhi bulu. Kewpada beliau inilah raja mempercayakan untuk mencari pedang pusaka yang hilang itu.

Ketika Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan mendapat tugas ini beliau menerimanya dengan senang hati tanpa membantah sedikit juapun. Sebagi hulubalang kerajaan, beliau tahu benar dengan tugasnya. Maka pergilah beliau masuk hutan mencari pedang pusaka yang hilang itu. Belau tanpa takut sedikit juapun bertualang sampai ke sebuah goa. Diputuskannyalah untuk memasuki goa itu. Goa itu nampak sangat gelap. Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan melangkahi satu-satu dengan pasti menyusup berpegangan kepada dinding goa yang keras dan dingin. kalau semenjak tadi goa itu gelap, tidak demikian halnya pada bagian dalam. Di bagian sebelah ke ujung goa itu namapak terang sekali, rupanya, dibagian itu ada lobang disebelah atas. Melalui lobang itu cahaya matahari bebas menerpa dasar goa. Sesampai disana Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan amat terkejut di sebuah batu yang tampak dilihatnya seorang tua sedang duduk bertapa, mulut orang tua bertapa itu nampak komat-kamit mengucapkan sesuatu. Di haribaannya terlintang, sebuah pedang. Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan nanar memeperhatikan benda tersebut. Menurut hematnya itulah pedang Surik meriang, sakit sumbing sembilan puluh sembilan yang hilang dari kerajaan Selado Sumai yang sedang dicarinya.

Setelah menunggu beberapa saat berserulah, beliau menyapa orang asing yang sedang bertapa itu. Ooi, Datuk yang sedang bertapa! Siapa gerangan Datuk Sebenarnya, dari negeri mana Datuk datang.

Mendengar ada suara manusia petapa itu dengan suatu gerakan menoleh kearah datangnya suara itu. Dari sikapnya ia tidak merasa takut sedikitpun mendengar sapaan yang tiba-tiba itu. Dengan suara keras ia menghardik. “Tutup mulutmu jangan banyak omong takkan engkau ketahui bahwa aku sedang bertapa? Ketahuilah olehmu bahwa akulah yang bernama Panglimo Tahan Takik, berasal dari Ranah Pagaruyung. Siapa engkau gerangan yang selancang ini. Ada keperluan apa makanya engakau sampai kemari.”

“Hamba? hamba bernama Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan, hulubalang kerajaan selado sumai. Maksud hamba datang ke mari hendak mencari pedang pusaka negeri Selado Sumai yang hilang. Pedang itu bernama pedang surik meriang sakti sumbing sembilan puluh sembilan. Kalau hamba tak salah lihat, pedang pusaka itu ada di haribaan Datuk Panglimo!

“Kurang ajar!” raung panglimo Tahan Takik. Ia pun lalau tegak dan langsung menyerang Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkong. Perkelahian sudah tak dapat dihindarkan lagi. Mula-mula saling tendang-menendang, kemudian. Saling hempas-menghempas. Bunyi pekik dan raung bersipongganga melantun-lantun di diniding goa. Binatang-binatang yang ada, disekitar goa itu bertemperasan lari. Mana yang berdiam di atas pohon beerloncatan ketakutan, daun-dau kayu berguguran kena terjang binatang yang berlompat-lompatan. perkelahian makin seru, tanpa ada tanda-tanda yang kalah dan yang menang. Kedua, manusia itu namapak seimbang. sama-sama sakti dan bertuah. Dinding goa pecah-pecah kena sepak dan kena hempasan tangan kedua jagoan itu.

Bila malam telah datang mereka saling menghentikan perekelahian untuk sama-sama beristirahat. Istirahat semalam suntuk cukup untuk memulihkan kekuatan. Esoknya matahari mulai bersinar lagi. Perkelahian pun dilanjutkan makin dahsyat. Gerakan mereka berpindah-pindah dari tempat yang terang ke tempat yang gelap. Terkam-menerkam, hempas-menghempas. Melompat, berpalun bertumbukan. Tak Jarang buku tangan kedua dubalang itu beradu, berdetak, menggelegar, menerbitkan api. Dindidng goa makin banyak yang runtuh.. Untunglah kemduaian malam datang pula memperhatikan perkelahian yang mengerikan itu.

Kokok ayam Derogo telah lama berhenti. Kicau murai dan cicit burung kecil-kecil mulai terdengar. Matahari musim kemarau mulaimemanasi daun-daun kayu. kedua dubalang itu mulai, bersiap-siap tanap mengeluarkan sepatah katapun. Maka mereka bersinar marah saling mengawasi gerak lawan. inilah hari yang keenam mereka berkelahi. Tubuh kedua pendekar itu nampak bergulung-gulung hempas-menghempas. Sebentar-sebentar terdengar suara pekikan, bersipngan terpantul-pnatul di anatar kedua sisi dinding goa. Batu pecahan dinding goa makin bertambah banyak berguguran. Perkelahian ini, memang semakin tinggi dan hebat. Tapi sungguh sangat menarik belum ada tanda-tanda yang akan kalah dan yang akan menang. Matahari telah pula tergelincir di ufuk barat. Malam telah tiba, kedua dubalang itu sama-sama menghentikan gerakan dan saling menjauhkan diri, mundur dan beristirahat. Datuk Baju Merah bergegas keluar goa agaknya mencari dedaunan untuk dimakannya. Datuk Tahan Takik demikaina pula keluar mencari apa-apa yang dapat dimakannya. Tak obahnya kedua orang itu bagaikan musang raksasaa yang mencari makan di wkatu malam hari. Setelah perut mereka kenyang mereka sama-sama beristirahat dan melepaskan mata.

Matahari pagi telah tiba, mengawali hari ketujuh dlama mengikuti perkelahian antara kedud pendekar yang tangguh di dalam sebuah goa ditengah rimba raya negeri Selado Sumai. Pada yang ketujuh ini tempat elah berpindah kbagian luar. Perkelahian sudah semakin hebat. Pohon-pohon kayu banyak yang tumbang. Permukaan tanah bagaikan tercukur terinjak, kaki dan himpitan tanah keuda pendekar yang berkelahi mati-matian itu.

Entah salah dalam melangkah, entah nasib lagi sial, dapatlah Datuk Baju Merah Bebulu Kerongkongan menangkap kaki Panglimo Tahan Takik yang segera menghmpaskannya ke banir kayu. Pada saat tubuh Panglomo Tahan Takik terhempas itu, pedang surik meriang sakti sumbing sembilan puluh sembilan terlepas dari pengangannya dan terpental keudara.

Melihat ini segera Datuk Baju Merah B erbulu Kerongkongan melepaskan kaki Panglimo Tahan TAkik dan tubuhnya membumbung ke udara mengikuti arah pedang dan lalu menangkapnya. Ketika kakinya menjejak tanah, tanpa buang waktu larilah Datuk Baju merah Berbulu Kerongkongan membawa pedang pusaka yang tergenggam ditangannya.

Datuk Panglimo Tahan Tekik sadar bahwa pedang yang mereka perebutkan telah berhasil diambil lawannya, segera berdiri dan mengejar Datuk Baju Merah Berbulu kerongkongan. kedua pendekar itu berkeja-kejaran sejadi-jadinya. Penghuni rimba, binatang besar kecil, berlarian pontang-panting ketakutan.

Sudah tujuh lurah tujuh pematng yang mereka lalui, akhirnya sampailah ke sebuah tanah lapang yang maha luas. Sesayup-sayup mata memandang rumput hijau papak belaka. Di atas padang datar itulah kedua pendekar masih saling kejar-mengejar. Namun tiba-tiba mereka berhenti, dimuka mereka nampak seekor ular besar sedang menghadap siap menelan barang siapa yang berani mendekat.

Melihat hal ini kedua pendekar yang bermusuhan itu saling mendekat penuhg pengertian. mereka mulai mengadakn perundingian. “Di depan kita melintang ular besar yang akan mellur kita, Datuk Panglimo, “kata Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan. “Menurut hemat hamba, barang siapa yang sanggup membunuh ulr itu, dialah yang berhak memiliki pedang surik meriang sakti sumbing sembilan puluh sembilan ini. Setujukah Datuk penglimo?

“Kalau demikian ujudnya, “jawab Datuk Panglimo tahan Takik gembira, “hamba setuju sekali.”

Selesai berucap demikian Datuk Panglimo Tahan Takik lalu menghunus, keris. Panjangnya bergegas menuju ke tempat ular besar telah siap pula menunggunya. sesampai disana ditikamnyalah ular besar tersebut sekuat-kuatnya. Begitu ujung keris Datuk Panglimo mencecah di kulti ular, terdengar bunyi berdencing keras memekakkan telinga. Keris tersebut terpental. Pangkal ketiak Datuk Panglimo merasa kesemutan. Dilihatnya keris panjang itu bengkok sepuluh, sedang kulit ular itu sendiri tidak cedera sedikit juapun.

Datuk Panglimo merasa sangat kesal. Di pihak lain, terdengar gelak mengkkak Datu Baju Berahg Berbulu Kerongkongan mengejek lawannya. Datuk Panglimo tentu saja sangat marah dibuatnya. Keringatnya membasahi muka dan sekujur tubuhnya, matanya mendelik menengadah ke awang-awang. Ia pun mencabut keris pendek yang tersisip di puinggangnya. Diugasaknya menikamkan senjata tersebut kebadan ular besar yang mengerikan itu.

“Terimalaha tikaman mautku ini ular keparat! terdengar raung Datuk Panglimo seraya menghujamkan kerisnya kuat-kuat. Ya Tuhan ular tadi tidak juga cidera sedikit pun.

Melihat temannya tidak mampu membunuh ular besar yang melintang dan menghalangi perjalanan mereka, Datuk Baju Merah Berbulu Kerongkongan berdiri dalam, sikap seorang dubalang. Sebentar matanya melirik kepada pedang surik meriang sakti yang dipegangnya. Ia melangkah lambat-lambat secara menyakinkan. Sambil melangkah itu ia Mengucapkan kata sakti dan himbauan.

“Kalau benar engkau pedang surik meriang sakti sumbing sembilan puluh sembilan, pusaka Kerajaan Selado Sumai, Sobeklah olehmu kulit ular itu dan putuskan urat-urat nadinya. Selesai berucap yang demikian dicabutnyalah pedang tersebut. Tentu saja ia berhajat untuk segera menetak badan ular itu. Tiba-tiba keluar cahaya seperti kilat dari senjata pusaka milik negeri Selado Sumai, serentak dengan itu dihunjamkannyalah senjata itu sekuat-kuatnya.

Terpungkus dan potongan tiga badan ular besar tersebut melihatr kenyataan ini, Datuk Panglimo Tahan Takik sangat marah. Ia melompat kesamping, serentak dengan itu ditendangnya kepala ular itu sekuat-kuatnya. Kepala ular itu terlempar ke udara bersiutan dan jatuh di Ranah Minangkbabu, yang lama-kelamaan menajdi gunung Merapi seeprti yang ada sekarang. Ekornya diangkatnya menjadi tangan lalu dilemparkannnya jatuh ken negeri Pelembang menjadi Bukit Siguntang-guntang. Sedang perutnya, bagian tangah dibiarkan saja tertinggal di Jambi di daerah Sumai menjadi Bukit Si Guntang. Itulah sejarah asal-usul terjadinya Bukit Siguntang.

By: Melza Insyana Marseli

Mengapa Siput jalannya pelan?


            Dahulu kala Siput adalah hewan yang besar dan cepat. Dulunya mereka mempunyai kaki yang banyak, sehingga mereka sangat cepat dalam berjalan, tetapi sayangnya mereka terlalau sombong hampir setiap hewan yang ia jumpai diajak untuk lomba lari untuk membuktikan bahwa ia adalah hewan yang tercepat.
            Hampir setiap  hewan tidak suka padanya. Suatu ketika ada seekor burung Merpati yang  muak dengan kesombongan Siput,  dia pun pergi ketempat Siput untuk menantang Siput lomba lari dengan jalan yang di buat oleh Nya, tanpa pikir lagi  Siput pun menyetujuinya. Lalu Siput bertanya ke Merpati “Merpati kapan kita lomba nya?” lalu Merpatipun menjawab “ besok pagi”. Lalu Siput dan Merpati pun pulang.
Keesokan harinnya pertandingan pun di mulai dengan disaksikan seluruh hewan hutan. Diawal-awal sampai pertengahan lomba, Siput berhasil memimpin namun menjelang Finis Siput dikejutkan dengan adanya pohon besar yang tumbang dan menghadang jalan yang tidak biasa dilewati Siput, Siput pun berpikir bagaiaman cara melewati pohon itu, tak lama kemudian  dari kejauhan Merpati sudah mulai terlihat oleh Siput, Siput pun semakin gelisah akhirnya Merpati pun berhasil menyusul Siput, lalu Merpati pun berhenti disamping Siput dan berkata “apa kau tidak bias melewati pohon ini”? lalu Siput menjawab “ kau curang Merpati kau tidak bilang jika ada pohon besar yang akan menghadang jalan”. Lalu Merpati terbang melewati pohon tersebut dan berkata kepada Siput “itu salah mu sendiri kau terlalu sombong”. Akhirnya perlombaan tersebut dimenangkan oleh burung Merpati.
Setelah pertandingan tersebut, Siput pun pulang dengan perasaan kesal. Lalu diapun mencari cara untuk mengalahkan Merpati lalu ia pun terpikir dan berkata dalam hati “Merpati kan gak bias berenang!”. Siput pun lalu ingin belajar berenang  ke hewan-hewan yang bisa, akan tetapi seluruh hewan yang dia temui menolak untuk mengajari Siput berenang. Dengan persaan kesal, Siput pun pergi ke sungai untuk belajar berenang sendiri. Tanpa pikir panjang lagi Siputpun loncat kedalam sungai, dia pun tidak menyangka bahwa sungai itu cukup dalam untuk menenggelamkannya. Di tengah ketenggelamannya Siput pun meminta untuk kepada tuhan agar dia tidak mati didalam air.
Hari ke hari telah berlalu seiring waktu bentuk tubuh Siput berubah dari yang besar menjadi kecil dikarenakan dikitnya makanan yang dapat dimakan oleh Siput, kaki-kaki yang dimiliki Siput menghilang dikarenakan Siput berusaha menaiki sungai tetapi selalu gagal. Setelah sekian lamanya Siput pun berhasil naik ke darat, namun Siput tidak mempuntai kecepatan dia menjadi binatang yang sangat lambat.
                                                                                   
                                                                             Create by Eko Sulistiawan
                                                                                                       Sumber: khayalan 

Asal Usul Pulau Kemaro



Berikut ini saya akan sedikit menjelaskan tentang sejarah atau asal-usul pulau kemaro yang ada di sumatera selatan, tepatnya berada di tengah sungai musi Palembang Sumatra Selatan.........................



                                  
               Asal Usul Pulau Kemaro

  Konon, Pulau Kemaro merupakan pulau yang sejarahnya terbentuk oleh kekuatan cinta antara putri Kerajaan Sriwijaya yaitu Siti Fatimah dengan seorang pemuda perantauan dari tiongkok. Setelah menikah pasangan suami istri ini berkunjung ke negeri asal sang suami. Setelah itu mereka kembali lagi ke Palembang. Dengan dibekali tujuh guci besar dari orang tua sang suami. Saat sampai di sungai Musi sang sumi putri siti fatimah, membuka guci untuk melihat berisi apakah ketujuh guci ini. Saat di buka teryata berisikan sayur bayam dan asin-asinan.

Pada suatu hari, datanglah seorang putra raja dari Negeri Cina bernama Tan Bun Ann untuk berniaga di Negeri Palembang. Putra Raja Cina itu berniat untuk tinggal beberapa lama di negeri itu, karena ia ingin mengembangkan usahanya. Sebagai seorang pendatang, Tan Bun Ann datang menghadap kepada Raja Sriwijaya untuk memberitahukan maksud kedatangannya ke negeri itu.
“Ampun, Baginda! Nama hamba Tan Bun Ann, putra raja dari Negeri Cina. Jika diperkenankan, hamba bermaksud tinggal di negeri ini dalam waktu beberapa lama untuk berniaga,” kata Tan Bun Ann sambil memberi hormat.
“Baiklah, Anak Muda! Aku perkenankan kamu tinggal di negeri ini, tapi dengan syarat kamu harus menyerahkan sebagian untung yang kamu peroleh kepada kerajaan,” pinta Raja Sriwijaya.
Tan Bun Ann pun menyanggupi permintaan Raja Sriwijaya. Sejak itu, setiap minggu ia pergi ke istana untuk menyerahkan sebagian keuntungan dagangannya. Suatu ketika, ia bertemu dengan Siti Fatimah di istana. Sejak pertama kali melihat wajah Siti Fatimah, Tan Bun Ann langsung jatuh hati. Demikian sebaliknya, Siti Fatimah pun menaruh hati kepadanya. Akhirnya, mereka pun menjalin hubungan kasih. Karena merasa cocok dengan Siti Fatimah, Tan Bun Ann pun berniat untuk menikahinya.
Pada suatu hari, Tan Bun Ann pergi menghadap Raja Sriwijaya untuk melamar Siti Fatimah.
“Ampun, Baginda! Hamba datang menghadap kepada Baginda untuk meminta restu. Jika diperkenankan, hamba ingin menikahi putri Baginda, Siti Fatimah,” ungkap Tan Bun Ann.
Raja Sriwijaya terdiam sejenak. Ia berpikir bahwa Tan Bun Ann adalah seorang putra Raja Cina yang kaya raya.
“Baiklah, Tan Bun! Aku merestuimu menikah dengan putriku dengan satu syarat,” kata Raja Sriwijaya.
“Apakah syarat itu, Baginda?” tanya Tan Bun Ann penasaran.
“Kamu harus menyediakan sembilan guci berisi emas,” jawab Raja Sriwijaya.
Tanpa berpikir panjang, Tan Bun Ann pun bersedia memenuhi syarat itu.
“Baiklah, Baginda! Hamba akan memenuhi syarat itu,” kata Tan Bun Ann.
Tan Bun Ann pun segera mengirim utusan ke Negeri Cina untuk menyampaikan surat kepada kedua orang tuanya. Selang beberapa waktu, utusan itu kembali membawa surat balasan kepada Tan Bun Ann. Surat balasan dari kedua orang tuanya itu berisi restu atas pernikahan mereka dan sekaligus permintaan maaf, karena tidak bisa menghadiri pesta pernikahan mereka. Namun, sebagai tanda kasih sayang kepadanya, kedua orang tuanya mengirim sembilan guci berisi emas. Demi keamanan dan keselamatan guci-guci yang berisi emas tersebut dari bajak laut, mereka melapisinya dengan sayur sawi tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.
Saat mengetahui rombongan utusannya telah kembali, Tan Bun Ann dan Siti Fatimah bersama keluarganya serta seorang dayang setianya segera berangkat ke dermaga di Muara Sungai Musi untuk memeriksa isi kesembilan guci tersebut. Setibanya di dermaga, Tan Bun Ann segera memerintahkan kepada utusannya untuk menunjukkan guci-guci tersebut.
“Mana guci-guci yang berisi emas itu?” tanya Tan Bun Ann kepada salah seorang utusannya.
“Kami menyimpannya di dalam kamar kapal, Tuan!” jawab utusan itu seraya menuju ke kamar kapal tempat guci-guci tersebut disimpan.
Setelah utusan itu mengeluarkan kesembilan guci tersebut dari kamar kapal, Tan Bun Ann segera memeriksa isinya satu persatu. Betapa terkejutnya ia setelah melihat guci itu hanya berisi sayur sawi yang sudah membusuk.
“Oh, betapa malunya aku pada calon mertuaku. Tentu mereka akan merasa diremehkan dengan barang busuk dan berbau ini,” kata Tan Bun Ann dalam hati dengan perasaan kecewa seraya membuang guci itu ke Sungai Musi.
Dengan penuh harapan, Tan Bun Ann segera membuka guci yang lainnya. Namun, harapan hanya tinggal harapan. Setelah membuka guci-guci tersebut ternyata semuanya berisi sayur sawi yang sudah membusuk. Bertambah kecewalah hati putra Raja Cina itu. Dengan perasaan kesal, ia segera melemparkan guci-guci tersebut ke Sungai Musi satu persatu tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Ketika ia hendak melemparkan guci yang terakhir ke sungai, tiba-tiba kakinya tersandung sehingga guci itu jatuh ke lantai kapal dan pecah. Betapa terkejutnya ia saat melihat emas-emas batangan terhambur keluar dari guci itu. Rupanya di bawah sawi-sawi yang telah membusuk tersebut tersimpan emas batangan. Ia bersama seorang pengawal setianya segera mencebur ke Sungai Musi hendak mengambil guci-guci yang berisi emas tersebut.
Melihat hal itu, Siti Fatimah segera berlari ke pinggir kapal hendak melihat keadaan calon suaminya. Dengan perasaan cemas, ia menunggu calon suaminya itu muncul di permukaan air sungai. Karena orang yang sangat dicintainya itu tidak juga muncul, akhirnya Siti Fatimah bersama dayangnya yang setia ikut mencebur ke sungai untuk mencari pangeran dari Negeri Cina itu. Sebelum mencebur ke sungai, ia berpesan kepada orang yang ada di atas kapal itu.
“Jika ada tumpukan tanah di tepian sungai ini, berarti itu kuburan saya,” demikian pesan Siti Fatimah.
Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, muncullah tumpukan tanah di tepi Sungai Musi. Lama kelamaan tumpukan itu menjadi sebuah pulau. Masyarakat setempat menyebutnya Pulo Kemaro. Pulo Kemaro dalam bahasa Indonesia berarti Pulau Kemarau. Dinamakan demikian, karena pulau tersebut tidak pernah digenangi air walaupun volume air di Sungai Musi sedang meningkat.

By          : Alvian Frandika Rowi



Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Siap Digelar



JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), tahun ini kembali melaksanakan peringatan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI.
HGN diperingati setiap tahun pada tanggal 25 November. Tahun 2012 ini, puncak acara akan berlangsung paling lambat satu minggu setelah tanggal 25 November 2012 di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat.
“Acara tersebut akan dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama para guru, siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK, para pejabat pemerintah, serta pemerhati di bidang pendidikan dan kebudayaan,” tutur Kapus Informasi dan Humas Kemdikbud, Ibnu Hamad, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (15/11/12).

Menurut Ibnu, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut kelancaran dan kesuksesan hari guru nasional tersebut. Di antaranya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik pihak-pihak yang menjadi peserta upacara maupun koordinasi antarinstansi terkait.
"Upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional akan dilaksanakan di setiap instansi pemerintah mulai tingkat pusat sampai daerah tingkat kecamatan," ucap Ibnu.
Ibnu menambahkan, berdasarkan pedoman pelaksanaan upacara penyelenggaraan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan HUT ke-67 PGRI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan Ketua Umum PB PGRI menjadi pembina upacara di kantor pusat masing-masing.
Berbagai kegiatan kata dia, akan dilakukan di tingkat pusat maupun daerah seperti pertemuan forum ilmiah guru, lomba kreatifitas guru, ASEAN council of teacher, talkshow di RRI dan TVRI, bakti sosial (donor darah dan kebersihan lingkungan), gerak jalan sehat, ziarah ke Taman Makam Pahlawan serta pemberian penghargaan dan tanda kehormatan kepada mereka-mereka yang telah berjasa di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Tema peringatan tahun ini adalah ‘Memacu profesionalisasi guru melalui peningkatan kompetensi dan penegakan kode etik’. “Dengan demikian keberadaan dan peran guru sangat menentukan keberhasilan mutu sistem dan hasil pendidikan yang bermutu dan berkualitas karena hakekat pendidikan itu adalah berlangsung seumur hidup, bersifat semesta dan menyeluruh,” katanya.
Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994 telah menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang dikuatkan oleh UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta peraturan pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. (A-88/kominfo)***


BY             : SITTA ROMADHON
SUMBER   : http://www.pikiran-rakyat.com/node/211364

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More